Home NASIONAL Tertipu Investasi Bodong, Emak – Emak Buat Laporan Ke Polrestabes Medan

Tertipu Investasi Bodong, Emak – Emak Buat Laporan Ke Polrestabes Medan

24
0
Tertipu Investasi Bodong, Emak - Emak Buat Laporan Ke Polrestabes Medan

Indozola – Pada hari selasa 10 September 2019, Mapolrestabes Medan di datangi puluhan orang dengan membawa berkas.

Ternyata kedatangan emak – emak tersebut bertujuan untuk membuat laporan terkait dugaan penggelapan uang nasabah.

Dari keterangan dari seorang nasabah perusahaan yang bernama CV Baitul Maal wa Tamwil diduga melakukan penggelapan uang nasabah.

Perusahan tersebut memiliki enam cabang dan satu kantor pusat di duga telah melarikann uang nasabah, dari pengakuan seorang karyawan TM (22) bahwa perusahan tersebut tidak bernaung di bawah pengawasan OJK

“Diduga perusahaan itu sudah tidak sanggup lagi untuk mengembalikan dana nasabah, karena pada saat lebaran kemarin banyak yang melakukan penarikan dana, “kata wanita yang menggunakan baju merah ini.

Bukan hanya emak-emak saja yang datang melapor ada juga para karyawan perusahaan juga.

“Ya nasabah wajar meminta uang mereka, sementara dari perusahaan telah lepas tangan dan lari gak tahu kejelasannya, meski sempat mencicil dana nasabah tetaoi tidak semuanya, ” ungkapnya.

Para emak emak termasuk karyawan sampai saat ini belum juga menemui titik terang terkait uang investasi yang di tanam sejak awal bergabung.

Hal itu disampaikann oleh Reza salah seorang nasabah yang meninvestasikan dananya Rp 30 juta.

Dari keterangan para nasabah setiap penanam modal akan mendapatkan keuntungan incvestasi sebesar 11 persen per tiga bulanya.

“Kalau saya sudah satu tahun bergabung sebagai nasabah perusahaan tersebut, untuk menjadi nasabah hanya melampirkan fotokopi KTP berserta uang deposit, ” kata Reza.

“kalau kita investasi 5 juta per tiga bulan akan dapat sekitar 125 ribu. selain itu ada juga dijanjikan bunga, rewad, semakin banyak modal ya semakin banyak bunganya,” jelasnya kembali.

HN (24) mengatakan bahwa dirinya kurang lebih enam bulan telah berkerja sebagai marketing sekaligus mengambil angsuran nasabah.

“Kami setiap menyari nasabah akan mendapat fee 0,5 persen dari inventasi. jika nasabah membuka tabungan kami akan mendapatkan Rp 1000 pernasabah,” jelasnya.

HN juga mengatakan terkait perusahaan diduga milik keluarga ini9 tidak terdaftar di OJK, selain itu juga mempunyai cabang perusahaan sebanyak tujuh unit.

“kalau kantor pusat ada di jalan TB simatupang dan cabang lainnya di pakam,binjai,jalan sutrisno medan,deli tua,setiabudi, marelan,” jelas wanita yang memakai kerudung abu-abu ini.

Lanjut dijelasin HN kantor di jalan Sutrisno buka terakhir pada 2 september 2019, sementara kantor di TB Simatupang terakhir buka 6 september, sementara itu gaji kami di bulan agustus belum dibayar, total jumlah karyawan dikantor di cabang jalan sutrisno ada sekitar 15 orang ” pungkasnya.

Perusahaan ini telah beroperasi sejak tahun 2007 sampai 2019.

Kini para nasabah dan karyawan masih mengumpulkan data untuk melaporkan invastasi bodong ke Mapolrestabes Medan.