Home NASIONAL Terungkap! Bocah 9 Tahun di Ogan Ilir Sumsel Diperkosa Ayah Tirinya Hingga...

Terungkap! Bocah 9 Tahun di Ogan Ilir Sumsel Diperkosa Ayah Tirinya Hingga Belasan Kali

18
0

Seorang bocah yang masih berusia 9 tahun di Ogan Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi korban pemerkosaan yang dilakukan oleh ayah tirinya bernama M Umar (52) hingga belasan kali. Aksi bejat pria itu terungkap usai korban menceritakan kejadian yang dialaminua kepada sang paman.

Kasat Reskrim Polres Ogan Ilir bernama AKP Sisca Agustina saat dikonfirmasi pada Selasa (11/1/2022) turut membenarkan adanya kejadian itu.

AKP Sisca mengatakan Umar terakhir kali melancarkan aksi berjatnya pada Jumat (8/10/2021). Saat itu, korban baru saja bangun dari tidurnya di dalam kamar sementara sang ibu tengah memasak di dapur.

AKP Sisca menuturkan jadi pelaku melancarkan aksi bejatnya itu terakhir kali dilakukan dengan mengiming-iming korban akan memberikan uang jajan.

AKP Sisca menambahkan terbongkarnya aksi bejat Umar, berawal ketika korban sedang mengobrol dengan sang paman, selang sehari usai pelaku melancarkan aksi bejatnya itu pada Sabtu (9/10/2021). Di hadapan sang paman, bocah perempuan itu mengaku bahwa sudah disetubuhi oleh ayah tirinya lebih dari 10 kali.

AKP Sisca mengatakan jadi dihadapan pamannya, korban menceritakan bahwa dirinya sudah diperkosa oleh ayah tirinya lebih dari 10 kali, akan tetapi korban tidak ingat persisnya kapan awal mula kejadian tragis yang menimpanya itu.

Setelah mendengar pengakuan dari korban itu, sang ibu langsung membuat laporan ke kantor polisi. Polisi yang menerima laporan itu langsung bergerak cepat dengan melakukan penyelidikan, meringkus lalu menetapkan Umar sebagai tersangka.

AKP Sisca menuturkan pelaku sudah kami tahan pada tanggal 4 Januari 2022 sekitar pukul 16.00 WIB sore. Pelaku datang untuk memenuhi panggilan dari tim penyidik. Saat ini, pelaku tengah menjalani pemeriksaan lebih lanjut atas kasus pemerkosaan terhadap anak di bawah umur.

AKP Sisca menambahkan akibat perbuatannya itu, pelaku saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka, dan sudah dilakukan penahanan. Tersangak akan dijerat dengan Pasal 82 Undang-Undang RI Tahun 2016 dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun kurungan penjara atau denda sebesar Rp 5 miliar.