Home NASIONAL Tips Move On dan Damai Setelah Pilpres 2019

Tips Move On dan Damai Setelah Pilpres 2019

121
0

Rabu, 17 April 2019, menjadi puncak musim pemilu politik. Sempat memanas di antara dua kubu, kini semua pihak diharapkan untuk bisa move on dan damai setelah Pilpres 2019.

Perlu diketahui, tak hanya pasangan capres dan cawapres yang bersaing untuk mendapatkan suara di Pemilu 2019 ini. Ada 245.106 caleg beradu untuk mendapatkan 575 kursi DPR RI dan 19.817 kursi di DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota. Ada pula 807 calon anggota DPD berasaing mendapatkan 136 kursi.

Jika pilpres diikuti lebih dari 2 calon, situasinya akan berbeda. Peserta pilpres mudah sekali diingat, bahkan sudah hidup di benak pemilih, karena ini hanya ada 2 pasangan. Di tengah banyak pesan beredar, baik di darat maupun dunia maya, masyarakat kesulitan menghafal nama caleg, apalagi memahami rekam jejak. Kata ‘Pilpres 2019’ juga lebih dikenal daripada kata ‘Pemilu 2019’ dan ‘Pileg 2019’.

Untuk mencegah situasi yang tidak diinginkan berikut tips untuk move on setelah pemilu 2019.

  1. Abaikan janji aneh yang disampaikan pendukung

Lebih fokus menagih janji-janji pemenang Pilpres atau caleg terpilih. Kepada siapapun, berhentilah untuk bersumpah, berjanji potong ini dan itu dalam pemilihan apapun.

  • Sebagai pendukung yang jagonya menang di Pilpres harus aktif menyampaikan konten sejuk, bukan memprovokasi.

Saling mengucapkan selamat dan terima kasih akan dapat membantu semua orang move on. Kecemasan, kemarahan, kebahagiaan kita jangan sampai merugikan diri sendiri dan keluarga.

  • Bagi pendukung yang kalah, jadilah oposisi baik di darat maupun lewat media sosial adalah pilihan yang sangat mulia.

Anda bekerja tanpa digaji, tidak ada tunjangan, tunjangan pulsa, biaya listrik, mobil dinas, dan lain-lainnya. Sementara pihak yang Anda kritik mendapat gaji besar Jadilah oposisi yang disegani, mengkritik dengan data yang valid serta argumen yang keren. Hormati masa bakti lima tahun mereka yang terpilih.