Home POLITIK Tudingan Davin Kirana yang Menggelumbungkan Suara.

Tudingan Davin Kirana yang Menggelumbungkan Suara.

59
0

INDOZOLA– Partai Demokrta Menuding ada penggelembungan suara untuk caleg Nasdem, Davin Kirana di pemungutan suara ulang (PSU) Malaysia via pos, PD menilai panitia pemilihan luar Negeri (PPLN) setempat melakukan banyak pelanggaran,

“Ada penggelembungan suara atau kecurangan’ ujar ketua daerah pemilihan Luar Negeri (DPLN) Demokrat, Lukmanul Hakim saat berbicang

Menurutnya Panwaslu, mengeluarkan edaran bahwa surat suara via pos yang akan dihitung adalah yang diterima PPLN hingga 15mei 2019, ini sesuai aturan KPU bahwa surat suara untuk PSU di malaysia vis po di terima dari tanggal 13 mei sampai 15 mei 2019.


“PPLN Kuala Lumpur menyatakan sampai tanggal 15 Mei surat suara 22.087. Itu yang disampaikan ke partai-partai dan Panwaslu dan akan dihitung dari tanggal 14-16 Mei. Panwaslu mengirim edaran hanya suara suara pada tanggal 15 yang dihitung,” kata Lukmanul.



Dan kemudian Pada tgl 16 mei 2019 , sebanyak 62ribu kiriman dari kantor pos Malaysia, dan surat suara itu tidak di kirim ke kantor PPLN Kuala Lumpur, tapi langsung ke lokasi perhitungan suara yang ada di Gedung PWTC,

“Hal itu menjadi keributan dan protes , Ada masinton, Cristina,ada PKS juga ,PPP dan lainnya, Termasuk Panwaslu juga menolah kenapa 62ribu ini datang , sebutnya

PPLN beralasan surat suara yang di terima pada tgl 15 mei 2019 sesuai rigid kwitansi , tapi tidak ada diinformasikan ke kita , dan alasann lainnya transportasi yang tidak cukup untuk mengirim surat itu di tanggal 15 ne 2019, itu alasan teknis sebut Lukmanul,

“Yang jadi persoalan panjang adalah kita stick dengan aturan Panwaslu yang mengatakan tanggal 15 sudah Harus di PPLN KL. kenapa surat itu di kirimkan langsung ke Gedung PWTC, bukan di kantor PPLN m itu melanggar aturan yang kedua ‘ lanjutnya

Dan saksi partai mempersoalkan kantong yang membawa 62rb suara itu dan sebagian surat suara juga tidak di masukan ke dalam karung yang sesuai aturan KPU , melainkan di dalam plastik



“itu tercampur , yang memang ada yang pakai karung khusus tapi sebaian besar tidak pakai karung itu pakai kantong plastik biasa . ini sudah 3 kejangalan, mereka bilang kekurangan plastik padahal surat suara itu ada 200ribuan , dan seharusnya juga sudahdi siapkan karungnya,

Panwaslu dan mayoritas menolak 62surat suara tambahaan visa pos itu untuk di hitung, Namum PPLN tetap menghitungnya dengan alasan surat suara masuk pada tanggal 15mei , tapi penghitungan 22,807 suara dan surat suara susulan 62ribu di bedakan,

Partai -partai sebagian besar menolak , panwaslu menolak, tapi PPLN kekeh terus menghitung, akhirnya di hitunf tapi TPS nya di bedakan,

Dan kecurigaan Lukmanul akhirnya terbukti . sebab mayoritas suara jatuh kepada Davin Kirana yang merupakan Caleg DPR RI dari NasDem nomo urut 2.


Pada saat perhitungan suara , mayoritas 80% itu semua ke NasDem dan Davin. itu kalau tidak ke NasDem, suaranya ke Davin , Ada juga yang di bagi 2 antara ke Davin atau Tengku Adnan, Dipecah dua kelihatan banget rekayasanya, urai lukmanul.

“Dari surat suara yang 22 ribu dan 62 ribu itu ke NasDem tapi dibagi-bagi. Bisa 400-450 per TPS dibagi 2, hampir mayoritas. Suara untuk partai lain ada, Demokrat ada tapi kecil, misal 20, 10, bahkan ada yang 0,” imbuhnya.

Dan lukmanul juga menyoroti suara yang masuk untuk pasangan capres dan cawapres, Banyak surat suara yang tidak di coblos, dan juga Tps yang suara untuk pilpres sangat tidak seiumbang, mosalnya di suatu TPS prabowo sandiaga isa menang dan jokowi kalah, begitu juga kebalikannya,


“Uniknya untuk capres beberapa TPS tidak dicoblos, jadi pilpres dibiarin. Mungkin untuk menghemat waktu. Ada surat suara di TPS 200 nggak sah jadi nggak hitung. Itu disetting, ada TPS Prabowo menang, nanti Jokowi nggak ada. Nanti Jokowi suara banyak, Prabowo kosong,” urai dia.


Sudah sangat jelas terlihat bukti rekayasa Klaim kemenangan davin kirana bahkan mahasiwa yang ikut hadir untuk proses perhitungan suara menjdiknnya bahan hiburan,

“Ini kasar sekali. Terjadi pengkondisian. Menjijikkan. Betul-betul dipaksakan agar dia menang. Itu mahasiswa-mahasiswa ganti dari 5.2 (nomor urut Davin) jadi dia lagi, dia lagi. Masinton sampai ngomong udah deh buat pemilu sendiri, coblos sendiri, hitung sendiri,” kata Lukmanul.

Penggelembungan suara ini karna suara Davin yang tidak sampai suaranya yang kurang untuk sampai ke DPR, dan jalan satu- satu nya hanyalah lewat PSU di Malaysia dengan rekaysa menggelembungkan suara untuk memenangkan Davin,


“PSU ini satu-satunya cara untuk memenangkan, karena suaranya nggak cukup. Kalau kita ikut aturan Panwaslu hanya 22 ribu (surat suara yang dihitung) maka suara tidak akan cukup. Sekarang kalau hitungan kasarnya (Davin) Gedung KBRI,” ujar dia.


“Dari 62 surat suara susulan itu, 17 ribu nggak dihitung karena waktunya sudah habis sesuai MK kan maksimal pukul 00.00. Kalau yang suara 22 ribu dihitung semua. Saya estimasi 80% suara hasilnya ini ke Davin Kirana,” tutup Lukmanul.

Baca Juga informasi menarik lainnya seputaran bola di bolazola.com